Langsung ke konten utama

Reparasi TV


Mereparasi TV Berwarna

Mereparasi TV berwarna membutuhkan pengetahuan yang memadai, Anda harus pernah memiliki pengalaman di dalam menggunakan alat ukur dan membongkar perangkat elektronika. Terlebih dahulu Anda juga harus sudah memahami konsep elektronika dasar .

1.Mengecek Power Supply

Percayalah, 70% kerusakan pada TV dapat dengan mudah dilacak mulai dari Power Supply TV tersebut, karena keluaran dari power supply tersebut terhubung ke bagian yang sering rusak, antara lain penguat horizontal, flyback dan suara. Berikut langkah-langkah reparasi power supply dan troubleshooting:

1. Kalau TV mati, cek kabel AC apakah putus atau tidak menggunakan multitester. Jika tidak putus, cek tegangan di PCB, jika tidak ada periksa fuse

2. Jika ada tegangan, ukur tegangan keluaran dari dioda bridge ke kapasitor, tegangan harus ada sekitar 300V DC, jika tidak ada berarti dioda bridge rusak/putus. Dioda bridge dapat dites dengan mencopot terelbih dahulu, lalu diukur nilai hambatan pada diode tersebut dengan polaritas pengukuran dibolak balik.

3. Ukur transistor FET sebagai penguat catu daya, atau bisa dari STR seperti STR F6654. Ukur basis harus ada sekitar 0.5-1V AC. Kalau bagus berarti kemungkinan trafo converternya rusak. Kerusakan trafo dapat diganti dengan pesan ke teknisi untuk gulung ulang. Umumnya merek standar ada gantinya.

4. Ukur gulungan sekunder di B+ harus ada 115V DC untuk menggerakann flyback, ciri lain transistor horizontal ialah adanya kapasitor 160V. TV Sekarang kalau mati penyebabnya tidak harus power supply, tetapi horizontal juga bisa.

5. Kerusakan transistor horizontal pada TV tertentu ditandai dengan lampu pilot/standby. TV sekarang juga ada sumber catu daya dari flyback.

6. Ukur transistor penguat horizontal di kolektor. Lalu ukur lagi di basis. Basis harus ada 0.5-1VAC dari osilator. Kalau ada tapi mati bisa jadi transistor horizontal rusak. Kalau transistor bagus tapi masih mati, kemungkinan flyback rusak. Tegangan 115 Vjuga buat flyback. Jika masih mati padahal tegangan betul, maka copot transitornya ukur transistor tsb, biasanya transistornya shorted.

7. Ukur flyback dengan cara flyback dilepas ukur gulungan flyback dari B+ terhadap ground flyback, flyback yang bagus harus tidak shorted.

8. Output trafo converter buat rangkaian horizontal sebesar 115V DC, suara, 24V buat vetikal(tv tertentu ada yang 12V ganda simetris), dan 12V buat catu daya umum.

9. Jika cuma garis horizontal yang tampil , yang rusak ialah bagian penguat vertikal. Ukur catu daya 24V vertical tadi. Ukur elco di IC vertikal tersebut, misal TA8403. Ukur juga dioda dan resistor juga. Kalau bagus juga kemungkinan IC nya rusak, atau ada resistor daya yang putus. Ukur yoke harus ada tahanan, dan kabelnya terpasang dengan benar. Kalau tidak kemungkian osilator buat vertical tidak bekerja. IC osilator contohnya Toshiba TB 1238AN, LA76818A dan TDA9351PS. Ada juga yang komplit dengan IC program contoh IC Toshiba 8803CPANG

Mengukur Suara

1. Mengukur suara, urut dari speaker, soket, pasti ada IC yang pakai pendingin,itu adalah IC suara, namun chassis murah jug ada yang IC amplifiernya sudahterpaket dalam IC TV utamanya. Ukur speakernya dulu apakah short .

2. Ukur catu daya 12-20V DC. Jika bagus, berarti Cek IC osilatornya. Contoh ic suara Toshiba TA8256BH.

3. Untuk menyatukan warna, putar konvergen, yang dapat mengatur horizontal,vertical, dan magnet puritas.

Mengecek IC Program

1. Ceklah IC program seperti IC 87CM38 dan 24C04, untuk bagian setingnya mulai dari menu, fitur dll.

2. Jika tidak ada gambar, tetapi raster (bintik –bintik) ada, periksa antena. Apakah sudah diisi belum channelnya. Jika tidak dapat menangkap siaran, bisa jadi tunernya yang rusak (umumnya 8 kaki).

3. Jika sinyal Video AV tidak tampil, bisa jadi IC switch AV rusak, contohnya HCF4052B.

Mengecek Tampilan TV

1. Jika TV gelap , suara ada, periksa soket CRT, periksa juga heater di kaki 3 dan 4 pada tabung besar harus ada tegangan3-5v AC. Periksa juga Grid 2 di flyback, ukurlah, harus ada 400V DC.

2. Jika ada gambar ada tapi tidak berwarna, maka periksa khroma dengan mengganti Kristal 4.45 MHz. Jika masih tetap juga coba ganti IC osilatornya. Pada motherboard TV, biasa terdapat PTC untuk menghilangkan medan magnet, kalau tidak nanti warna belang belang. Untuk mengatur warna RGB, terdapat penguat video RGB, jika rusak bisa jadi cirinya satu warna hilang. Jika bagus, bisa jadi IC osilatornya rusak.

Trik cerdas mereparasi TV Berwarna:

1. Jika TV mati, ukur langsung ke transistor daya dan Transistor horizontal, langsung copot tranasitornya, terus ukur. Jika ternyata transitor kaki kolektornya dilepas, terdapat tegangan normal, besar kemungkinan transistornya shorted.

2. Jika suara mati sentuh kaki input amplifier, jika tidak bunyi beep kencang, besar kemungkinan IC amplifiernya jebol, jika bunyi beep kencang, bisa jadi IC osilatornya atau tuner rusak.

Komentar

  1. bos dulu gue kerjaannya servis tv dll.sekarang gue bantir ke tehnik competer, tapi gue pengen kembali ke tehnik tv lagi tapi ga mau pakai tester atau lainnnya, gua pengen cara menditeksi komponen nya pake software, barangkali lu tau software nya apa gua minta atu beli dari lu......tq.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DVD PLAYER

Melakukan Install DVD Player            Menghubungkan DVD player pada penerima stereo (atau televisi jika tidak memiliki penerima) meliputi pembuatan dua hubungan dasar audio dan video. 1.Hubungan audio  Hubungan pertama untuk bagian sinyal audio. Terdapat beberapa pilihan tergantung pada penerima yang dimiliki. Pilihan terbaik (jika ada) adalah menggunakan optic (juga dinamakan Tos-link) atau koneksi digital coaxial (RCA). Kedua pilihan ini sama kualitasnya, juga sama dalam hal penggunaan dibutuhkan dua keluaran pada DVD player dan sebuah masukan pada penerima. Hanya pada penerima dibangun dalam decoder dolby digital. Jika penerima dibangun tidak memiliki Dolby Digital atau DTS decoder, namun merupakan Dolby Digital ready cari kanal Dolby 5.1 atau kanal DTS 5.1. Hubungan ini meliputi enam kabel, berkaitan dengan perbedaan kanal speaker : kiri depan, senter depan, kanan depan, kiri belakang, kanan belakang dan subwoofer. ...

Osiloskop dan Penggunaannya

Oscilloscope dan Fungsinya Oscilloscope dan Fungsi Penggunaannya  |  Osiloskop (Oscilloscope)  merupakan  alat ukur elektronik . Dengan menggunakan alat ukur  Oscilloscope  ini, kita dapat mengukur  frekwensi, periode  dan melihat bentuk-bentuk gelombang seperti bentuk gelombang  sinyal audio ,  sinyal video , dan bentuk gelombang  Tegangan Listrik Arus Bolak Balik , maupun  Tegangan Listrik Arus Searah  yang berasal dari catu daya/baterai. Dengan sedikit melakukan pengaturan kita juga bisa mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran. Osiloskop Osiloskop  terdiri dari dua bagian yaitu  Display  dan  Panel Control : Display   Display  menyerupai tampilan layar pada televisi.  Display pada Oscilloscope  berfungsi sebagai tempat tampilan sinyal uji. Pada Display Oscilloscope terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentu...

Compact Cassete Recorder

Prinsip Kerja Compact Cassette Recorder (Tape Recorder) Compact Cassette Recorder atau kadang disebut sebagai tape recorder adalah alat yang digunakan untuk merekam dan memainkan ulang audio yang tertanam pada pita magnetik. Meskipun saat ini Tape Recorder sudah mulai menghilang dari pasaran namun, tape recorder masih digunakan dalam hal-hal tertentu yang bersifat Resmi. Berikut akan kami bahas tentang Blok Diagram Compact Cassette Recorder secara sederhana dengan disertai prinsip kerjanya. A.      Blok Diagram Tape Recorder B.       Prinsip Kerja Tape Recorder Sinyal dari Microfon diperkuat oleh penguat perekam. Blok oscilator bias frekuensi tinggi menghasilkan tegangan frekuensi tinggi untuk pragmentasi pita supaya proses merekam terhindar dari cacat. Dari celah udara kepala rekam keluar medan magnetis dengan seirama dengan sinyal dari mikrofon. Pada pita rekam terjadilah bidang-bidang rekam (zone) magne...